EMPAT CATATAN PEMILU

Ada empat catatan yang menarik tentang pemilu.

Pertama kasus partai demokrat. Kedua adalah kasus partai keadilan sejahtera. Ketiga adalah kasus partai demokrasi indonesia perjuangan. Dan keempat adalah kasus konvensi partai golkar.

Cataan pertama, partai demokrat.

Partai demokrat memperoleh suara yang tidak terduga sama sekali. Tidak ada peramal politik yang memberikan ramalan tentang hasil yang mengejutkan ini. Beberapa malah emgnatakan partai demokrat tidak akan lolos dari electoral treshold 3%. Setelah ternyata partai ini memperoleh 75 semua pengamat politik lalu ramai ramai komentar soal sebab sby yang menjadi faktor pendongkrak suara. Sby seabgai faktor orang tertindas yang perlu dibela rakyat telah menarik simpati banyak orang.

Rakyat kecil yang dulu pada tahun 1999 membela megawati sekarang beralih membela sby karena seabgai seorang jenderal ia dinistakan dihinakan menjadi kanak-kanak.

Ada satu yang mungkin kurang diangkat dengan serius. Yaitu masalah koneksi militer. Bukan tidak mungkin bahwa majunya suara partai demokrat adalah ditopang oelh organisasi dan tradisi militer yang ebrada di belakangnya.

Perlu diteliti lebih jauh apa saja yang menjadi latar belakang orang-orang yang menjadi pengurus partai demokrat di tingkat pusat dan daerah. Tidak akan mengejutkan sekiranya ditemukan adanya orang-orang kunci berlatarbelakang militer atau dekat dengan militer.

Mengingat bahwa tidak ada suatu partai tanpa dukungan akar kuat dalam masyarakat yang dapat menarik massa kecuali dua hal. Yaitu sebab sejarah yang telah melekat lama [partai lama] dan sebab jaringan massa. PDIP Golkar dan PPP adalah sebab sejarah. PKB PAN dan PKS adalah sebab jaringan massa.

Partai demokrat tidak punya sejarah dan tidak punya jaringan. Dan sulit untuk mendugakan politik uang. Jadi tersisa tinggal koneksi militer yang dapat membuat gerakan demikian besarnya.

Catatan tambahan tentang PD adalah Golkar Connection. Seabgaimana PDIP pernah besar dengan masuknya orang-orang golkar, maka PD juga besar oleh adanya orang-orang golkar.

Catatan kedua, partai keadilan sejahtera.

Besarnya perolehan suara pks sudah diprediksi oelh banyak kalangan. Baik peramal politik maupun pengamat politik.

Pks adalah partais atu-satunya yang emmiliki tradisi yang kuat. Strategi terarah dan konsisten. Barangkali ini adalah satu satunya partai yang sanggup menyaingi golkar dari segi kekuatan organisasi.

Partai ini memiliki daya tawar yang tinggi di mata masyarakat dan jika konsisten demikian serta dapat pula menjaga dari adanya penyusup agen ganda dari partai lain, maka partai ini akan makin besar. Lima tahun lagi bisa jadi akan menembus angka 15%.

Barangkali pks yang sebenarnya menjadi king maker kunci dari semua alur koalisi percaturan kursi persiden. Jika pks mendukung salah satu calon atau malah beroposisi dengan tidak mendukung satu pun calon, maka gambar peta kekuatan capres menjadi jelas.

Jika pks mendukung catu calon, maka calon pks akan mendapt suara yang cukup tinggi meski tidak mayoritas.

Jika yang terjadi sebaliknya maka suara akan terpecah merata dan secara drastis akan turun jumlah pemilih yang mencoblos. Paling kasihan amien rais.

Catatan ketiga, pdip

Paling mencolok dalam pemilu 2004 adalah merosotnya suara pdip. 14% adalah angka yang cukup besar

Komentar paling ekras disampaikan oleh william lidle. Ini karena kesalahan pdip megawati. Mereka telah melakukan hal hal yang bodoh sehingga tidak terbentuk citra yang meyakinkan yang dapat dignakan oleh pemilih pdip pada pemilu tahun 1999 untuk memilih kembali pdip. Kasus kasus sutiyoso dan pemilihan kepala daerah di tingkat propinsi maupun kabupaten dan seabgainya kasus lain telah membuat rakayt yang dulu simati enjadi tidak lagi measa terwakili aau tidak merasa terlindungi [kasus penggusuran].

Sebab lainyang perlu dicatat adalah koneksi golkar. Pdip telah kecolongan dengan masuknya orang-orang golkar yang menggembosi dari dalam.

Beberapa kali sempat disebut sebagai orang orang liar yang tidak taat pada aturan partai/komando partai.

Catatan keempat, konvensi parati golkar

Kemenangan wiranto belum dipastikan, hanya suaranya dapat menyaingi akbar tanjung. Itu yang dikatakan para pengamat sebelum konvensi partai golkar. Setelah semuanya berjalan dan sampai pada keputusan final tentang keemnangan wiranto, semua menjadi berbalik.

Peta politik capres segera berubah. Masing-masing menimbang kekuatan kembali. Praktis kalau akbar tanjung yang menang, akan dianggap sebagai kekuatan yang tidak mengancam. Dan nilai jualnya kepada kelompok lain menjadi kecil.

Sekarang dengan majunya wiranto, ada kekuatan tawar yang tinggi. Banyak yang bersedia bergandeng dengan wiranto. Pkb ppp pbb dan partai di luar pks dan pan. Segala sesuatunya akan semakin menarik.

Sekarang makin tampak bahwa tidak ada capres yagn akan mengantongi suara lebih dri 20%.

Megawati 20 % [dari pdip]

Sby 20% [dari demokrat + gowa]

Wiranto 20% [dari golkar]

Amien rais 15% [dari pan pks]

Pkb 20% [adri pkb nu]

Suara tidak sah maks 10%

Barangkali sby dan wiranto akan memimpin puncak perolehan suara.

Kembali kepada konvensi partai golkar. Beredar isu politik uang dengan putaran mencapai 1 triliun selama masa konvensi.tetapi politik tanpa uang adalah sesuatu yang mustahil. Kecuali kalau segalany agratis. Dan mungkin memang mahal.

Jika presiden dari partai golkar yang jadi, sebenarnya akan sangat menyedihkan dan mungkin cenderung memalukan. Karena berarti tidak akan ada perubahan yang mendasar. Semuanya akan menjadi sia-sia. Karena sangat mungkin proses politik akan menjadi sebagaimana waktu waktu yang lalu. Akan terjadi kemunduran politik yang signifikan melalui birokratisasi politik.

Kondisi bangsa akan kembali kepada jaman orde baru di bawah suharto. Tutut dan antek suharto akan kembali ke panggung politik dan boleh jadi ikut terlibat di jajaran eksekutif. Dan dunia menjadi menyedihkan.

Tetapi mudah mudahan saja tidak terjadi demikian.Sebagai catatan terakhir, sby, wiranto, megawati itu sama saja sebenarnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *