Ulang Tahun

Satu hal yang tidak aku sukai dari ulang tahun, adalah ucapan “selamat ulang tahun” itu.

Aku tidak ingin mengulangi tahun kemarin apalagi tahun-tahun yang telah berlalu bertahun-tahun.  Aku ingin tahun yang baru. Aku ingin diberi ucapan yang lebih menghibur dan menyemangati, misalnya “selamat tahun baru” atau minimalnya “selamat hari lahir”.  Atau malah “merdeka” misalnya, itu akan lebih menggairahkan dibanding selamat ulang tahun.  Hidup ini bukan pengulangan atas yang kemarin tetapi sesuatu yang baru yang harus ditempuh dan diciptakan.  Ya meskipun tentu saja beberapa memang kelakuan yang kita ulang-ulang terus buruknya bukan baiknya.

Yang aku senangi dari ulang tahun adalah makan.  YA, makan-makan dan makan-makan lagi.  Kadang begitu berlebih saking banyaknya yang dipesan sampai  tidak kuat menghabiskannya.  Kadang ironis, sementara saya makan-makan kekenyangan, di sebelah tidak jauh dari tempat makan itu, orang-orang miskin kelaparan mengais rejeki dengan mengatongkan tangan menadah minta uang untuk makan.

Hidupku bagaimanapun juga harus terus berjalan, tidak ada yang perlu diulangi dari  waktu-waktu yang berlalu.  Aku hanya harus melakukan hal-hal yang baru, yang lebih menantang dan mendebarkan, yang lebih mencipta dan menggemparkan.

Rejeki, tidak ada yang perlu ditakutkan.  Semuanya sudah berjalan sebagaimana disediakan oleh yang mengatur rejeki.  Pada saat aku miskin, hidupku cukup, pada saat aku cukup, hidupku juga cukup, dan pada saat kaya, hidupku juga cukup.

Berbahagialah dengan berterima kasih banyak-banyak kepada siapa saja.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *